DAD Jakarta Hadir dalam Charity Walk dan Health Day PSMTI

Jakarta, 6 September 2026 — Dewan Adat Dayak (DAD) Jakarta turut hadir dalam kegiatan Charity Walk & Health Day yang diselenggarakan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, pada Minggu, 6 September 2026.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian penutup Musyawarah Nasional (Munas) PSMTI yang berlangsung di Jakarta pada 4–6 September 2026. Dalam Munas tersebut, Wilianto Tanta, pengusaha asal Makassar, Sulawesi Selatan, kembali dipercaya memimpin PSMTI untuk periode 2026–2030 setelah terpilih secara aklamasi.

Charity Walk & Health Day berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Sejumlah perwakilan dari berbagai paguyuban suku bangsa yang tergabung dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jakarta turut mengambil bagian, termasuk DAD Jakarta.

DAD Jakarta hadir dengan sejumlah perwakilan, yakni Iwan Assan, Lamon Hada, Paran Sakiu, Yakub, Diana, Joseph Jubata Kadiaman, Irfan, Beny, Stefny, Nova, Alfonso, dan Dony.

Jalan Sehat, Kesehatan, dan Kebersamaan

Rute Charity Walk yang ditempuh para peserta tidak terlalu panjang. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan karena kegiatan juga diikuti oleh peserta lanjut usia. Meskipun sederhana, kegiatan jalan sehat tersebut berlangsung meriah dan menjadi ruang perjumpaan berbagai komunitas dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Selain jalan sehat, panitia menghadirkan berbagai kegiatan, antara lain doorprize, senam bersama Dahlan Iskan, pemeriksaan kesehatan gratis, akupunktur gratis, donor darah, pertunjukan musik, serta berbagai kegiatan lainnya.

Panggung utama menjadi pusat kegiatan. Dari panggung tersebut, seluruh rangkaian acara dipandu, termasuk senam bersama, penyampaian sambutan, pengundian doorprize, hingga berbagai atraksi yang menghibur peserta.

Sejumlah tokoh juga tampak hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Abang dan None Jakarta, serta sejumlah anggota DPR RI.

28 Tahun PSMTI Mengabdi untuk Indonesia

Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi PSMTI karena organisasi tersebut genap berusia 28 tahun. PSMTI didirikan pada 28 September 1998, tidak lama setelah era reformasi dimulai, dan dalam perkembangannya telah memiliki jaringan kepengurusan di berbagai provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia.

PSMTI membawa semangat agar masyarakat Tionghoa sebagai bagian dari warga Negara Kesatuan Republik Indonesia bersama seluruh komponen bangsa dapat mengambil bagian dalam membangun Indonesia menuju masyarakat yang adil dan makmur.

Semangat tersebut tercermin dalam visi PSMTI, yaitu:

“Suku Tionghoa warga Negara Kesatuan Republik Indonesia bersama komponen bangsa Indonesia seluruhnya mempunyai hak dan kewajiban membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju masyarakat adil dan makmur.”


Untuk mewujudkan visi tersebut, PSMTI mengemban sejumlah misi, antara lain:

  • Meningkatkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara berkelanjutan dan berkesinambungan.
  • Turut serta secara aktif dalam pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • Memantapkan jati diri sebagai salah satu suku bangsa dalam keluarga besar Republik Indonesia.
  • Memberikan manfaat bagi bangsa dan negara, khususnya dalam bidang sosial, budaya, pendidikan, dan kemasyarakatan.

Memperkuat Persaudaraan Kebangsaan

Kehadiran DAD Jakarta dalam kegiatan Charity Walk & Health Day PSMTI bukan sekadar partisipasi dalam sebuah kegiatan sosial dan kesehatan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, persaudaraan, dan semangat kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.

Pertemuan berbagai paguyuban suku bangsa dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk membangun kebersamaan. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika setiap elemen masyarakat saling menghargai, bergandengan tangan, dan mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat.

Bagi DAD Jakarta, kehadiran dalam kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan hubungan yang semakin erat dengan berbagai komunitas serta elemen masyarakat di Jakarta.

Berbeda suku, budaya, dan latar belakang, tetapi tetap satu dalam semangat membangun Indonesia.(Paran Sakiu)


Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url