Bukan Sampah di Mata Tuhan
Air mata menetes Darah sejak lama mengalir Tetap saja di tong sampah Lebih bernilai timah daripada emas Terbuang sudah T…
Air mata menetes Darah sejak lama mengalir Tetap saja di tong sampah Lebih bernilai timah daripada emas Terbuang sudah T…
Boksu Nugroho menatap tajam kepada bendahara gereja. Setiap akan mengeksekusi program gereja harus di goyang lebih dulu. B…
Dua tahun setelah pentahbisan Nugroho sebagai pendeta dan gembala sidang semua berubah. Nugroho lebih banyak menghabiskan …
Memasuki tahun ke empat Nugroho bersedia bergabung di salah satu sinode beraliran Kharismatik. Berkantor pusat d…
Selama tiga tahun pelayanan, segala hal berkaitan dengan Baptisan, pemberkatan pernikahan dan Perjamuan Kudus d…
Dalam kamar Tidur sambil berbaring Nugroho mengajak istrinya berdiskusi. Yang didiskusikan bukan bisnisnya melai…
Situasi benar-benar sulit. Kekosongan pemerintahan sangat terasa. Jepang menyerah kalah. Namun peralihan kekuasa…
Nugroho tiba di Surabaya. Ia langsung menuju Rumahnya. Ternyata rumahnya tidak ada penghuninya. Penyewa rumah k…
Nugroho begitu cemas melihat kenyataan yang ada. Selain dirinya dimata-matai, jemaat yang dirintisnya bubar. K…
Setahun sudah ibadah yang dirintis Nugroho berjalan. Dari hanya tujuh orang kini sudah mencapai seragusan. Setia…
Hari- hari dijalani penuh dengan sukacita dan ucapan syukur. Semua dapat dikendalikan sekalipun tidak mudah. Set…
Ternyata menjadi orang Kristen itu sulit. Semua dibatasi. Pilihan harus disesuaikan dengan Firman Tuhan. Namun h…
Judul: Kumpulan Pepataj Dan Idiom Dayak Kanayatn Bahasa Ba'Ahe Penulis: Wand Giovani …
Larilah jangan berhenti Menarilah jangan berirama Menangislah keringkan air mata Berhenti meraup sebelum kau tak…
Berakrobatik itu sifanya Bahkan main kucing-kucingan Bukan rahasia umum bagi mereka. Dari pimpinan hingga keba…
Dulu tabu, kini tidak lagi Serba berhitung kau siasati Kaum intelek berdiam diri Lama-lama dianggap wajar Mundu…
Radikalisme Karya :Paran Sakiu Lihat negeriku mulai dipenuhi otak intoleransi Bidiklah negeriku sudah ditaburi r…
Senja dan Cinta yang tenggelam di desa Mentonyek merupakan Novel perdana yang di karang oleh pengarangnya. Novel…
" Mao kamea kita we dara, alamp-alamp dah nguba bangkat" tanya Muntuh ka we dara Tarigas " Mao nele uma moto…
Aku terbang melampau gunung-gunung Menari diatas awan Menggenggam bintang-bintang Tertawa menggema menyapu awan…